Serapan Lulusan AN Polban Sangat Baik

Kita-Kita

Berperawakan tinggi dan berkumis, dosen yang satu ini mudah dikenali.  Pria kelahiran Bandung 61 tahun lalu ini bernama Nono Wibisono.  Akrab dipanggil dengan nama Pak Nono, pria yang memiliki motto hidup beautiful life ini mulai bergabung menjadi dosen di Polban (dulu Poltek ITB) sejak 1988.

Riwayat pendidikannya pun tak kalah mentereng. Menamatkan jenjang strata satu di Universitas Pasundan Bandung dengan Jurusan Manajemen, Nono kemudian mengambil program master di Bournemouth University (UK) dengan mengambil Hospitality Management.  Tidak cukup, jenjang doktoralpun diselesaikannya di University of Lincoln (UK) dan Travel Management Certificate – Niagara College – Canada dengan mengambil bidang Tourism & Marketing.

“Setelah lulus kuliah S 1 saya langsung menjadi dosen di Polban. Dan sejak tahun 2007 sebagai asesor BAN PT sampai sekarang,” ungkap Nono kepada BUNGKUSAN.

Bicara tantangan dalam mengelola Jurusan Administrasi Niaga ini, Nono menyatakan bahwa tantangan terbesar saat ini sebagai pendidikan vokasi tentunya setiap kampus memerlukan sarana dan prasarana mutakhir.

“Akan tetapi sampai saat ini masih kurang terpenuhi seperti untuk laboratorium berbasis teknologi, 4.0 juga dosen yang berpengalaman industri masih kurang, khususnya untuk administrasi niaga,” tutur pria yang memiliki hobi jogging, travelling dan kuliner ini.

Situasi pembelajaran dalam masa pandemi covid-19 pun menuntut kreativitas dari semua pihak, termasuk penyelenggara pendidikan.

“Strategi pembelanjaran selama covid-19, setiap dosen memanfaatkan e-learning Polban, zoom meeting, maupun meet Google,” ungkap Nono.

Satu hal yang membuat Nono bangga dengan lulusan Administrasi Niaga Polban adalah serapan lulusannya yang baik.

“Serapan lulusannya sampai saat ini sangat baik dengan waktu tunggu 2-3 bulan, dan banyak juga yang menjadi wirausaha,” pungkas Nono. (j)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *